Sabtu, 23 Agustus 2014

POWER STEERING KEHIDUPAN

Pernahkan Anda mengendarai mobil tanpa power steering? Bagaimana rasanya? Repot. Susah. Bikin cape? Ya, bisa jadi semua kondisi yang tidak nyaman itu Anda rasakan. Setelah banting setir ke kiri atau ke kanan, secara manual disertai dengan tenaga yang tidak sedikit, gagang setirnya harus diputar ke arah yang berlawanan untuk kembali mencapai kondisi lurus.

Jika sudah diarahkan ke kiri, maka akan terus ke kiri. Jika sudah berbelok kanan, maka akan terus ke kanan, sampai Anda mengembalikannya secara manual. Jika tidak dikembalikan ke posisi lurus, maka akan terus berbelok. Tidak akan ada yang bantu Anda untuk meluruskan jalan Anda jika Anda sudah berbelok. Kuasa sepenuhnya ada pada pilihan Anda.

Beda halnya dengan kendaraan berteknologi power steering. Meskipun Anda sudah berbelok, mengambil pilihan ke kiri atau ke kanan, maka dengan ‘power’nya arah kendaraan Anda akan dikembalikan ke arah lurus. Anda hanya perlu melepaskan tangan dari gagang setir, dan arah kendaraan akan kembali lurus.


Fungsi power steering adalah meringankan putaran kemudi sehingga lebih mudah dan nyaman saat di kemudikan.  Konsepsi dasar lainnya adalah membantu untuk meluruskan kembali arah kendaraan Anda. Selalu. 

Begitulah dalam hidup. Sesungguhnya, di luar diri kita ada ‘power steering’NYA yang akan membimbing kita ke arah jalan yang lurus. Ke kehidupan yang benar dengan kemudi yang ringan. Maka, dengarkanlah, ikutilah arah ‘Power Steering’ itu. Yang perlu Anda lakukan hanyalah melepaskan pegangan pada kendali ke-ego-an Anda, melepaskan diri dari rasa ‘kebisaan’ Anda, dan menyerahkan sepenuhnya kepada ‘Power Steering’ Allah. Dalam keadaaan belok kiri atau kanan yang ekstrim sekalipun, arah Anda akan tetap bisa kembali ke jalan yang lurus, asalkan kendaraan kehidupan Anda menggunakan ‘Power Steering’.

Agar kendaraan kehidupan kita tetap bisa lurus secara fitrahnya, maka kendaraan kita harus lah memiliki teknologi ‘Power Steering’ ini. Yang namanya manusia, tidak jarang melakukan hal yang salah dan khilaf. Dengan menyerahkan diri kepada Allah yang Maha Bijaksana, pasrah pada pilihan jalan-NYA, maka arah kendaraan kehidupan kita akan senantiasa dikembalikan ke posisi lurus. Itulah dahsyatnya ‘Power Steering’.

Masih mau pilih kendaraan kehidupan yang manual? Sila saja, kalau kita benar-benar bisa istiqomah dalam kebaikan dan senantiasa sanggup menghindari perbuatan maksiat. Karena kita bukanlah manusia seperti itu, maka saya merekomendasikan kita semua untuk memilih penggunaan kendaraan berteknologi ‘Power Steering’ ini. Agar dikembalikan terus ke jalan yang LURUS.

Caranya? Serahkan diri dan urusan Kita hanya dalam pengaturan Allah SWT. Bukankah ini pengertian Islam itu? Menyerahkan diri dalam naungan hukum Allah.

#FerSus