Jumat, 18 Juli 2014

Realitas Pemimpin Muslim Kita

Kalau Anda berkesempatan jalan-jalan ke India, dan masuk ke penjara-penjara disana, Anda akan temui penghuni penjara itu adalah mayoritas beragama Hindu.

Kalau Anda berkesempatan jalan-jalan ke Amerika Serikat, dan masuk ke penjara-penjara disana, Anda akan temui penghuni penjara itu adalah mayoritas beragama Katolik.

Kalau Anda berkesempatan jalan-jalan ke Myanmar, dan masuk ke penjara-penjara disana, Anda akan temui penghuni penjara itu adalah mayoritas beragama Budha.

Kalau Anda berkesempatan jalan-jalan ke Jepang, dan masuk ke penjara-penjara disana, Anda akan temui penghuni penjara itu adalah mayoritas beragama Shinto dan Budha.

Dan kalau Anda berkesempatan jalan-jalan (berkunjung) ke penjara-penjara di Indonesia, Anda akan temui penghuninya adalah mayoritas orang Islam.

Apa saja kesalahan mereka sehingga masuk penjara? Beragam. Mulai dari kasus pidana ringan, berat hingga kejahatan luar biasa (extra-ordinary crime). Mulai dari kasus penipuan, pencurian, pembunuhan hingga korupsi.

Apa maksud dari keterangan di atas?

Kondisi yang saya tuliskan di atas adalah hal logis dari probabilitas yang terjadi pada penduduk mayoritas. Tidak ada yang aneh. Sangat lazim. Karena pemilik suatu agama mayoritas di negara tersebut maka kemungkinan-kemungkinan terdampak pada suatu persitiwa tentu saja besar. Sangat wajar.

Yang aneh itu adalah ketika penjara-penjara di Myanmar dipenuhi oleh ummat Islam. Atau penjara-penjara di Indonesia dihuni oleh mayoritas penganut Budha. Itu baru aneh!

Yang aneh lainnya adalah ketika seorang teman mengajak saya berdebat dengan menyatakan sikapnya yang apriori untuk memilih pemimpin muslim di Indonesia karena (tergiur) melihat ada tokoh non-muslim yg ‘di anggapnya’ lebih baik. Argumennya, percuma memilih orang Islam kalau di penjara saja banyak koruptor yang juga adalah muslim. Nah untuk pernyataannya inilah saya ajukan kenyataan di atas.

Duh kawan, terlalu sinis kau terhadap ikatan persaudaraan keislaman mu. Proporsionallah dalam membuat pernyataan. Bukan berarti karena mayoritas penghuni penjara di Indonesia adalah orang Islam maka kau ikut-ikutan ‘membenci’ orang Islam. Kau gebyah uyah orang Islam itu sebagai kriminal, koruptor dan lain-lain. Gak masuk logika seperti itu kawan. Terlihat sekali sebagai produk islamophobia. Lha sampeyan sendiri kan masih ngaku muslim, mana kebanggaanmu sebagai muslim? Hehe

#KeepSmiling