Thursday, September 19, 2013

Kita dan Hiu Kecil

Ketika teknologi pendinginan belum secanggih saat ini, awal abad keduapuluh yang lalu nelayan Jepang banyak mengalami kerugian karena kualitas ikan tangkapannya menjadi tidak segar ketika sampai di pantai. Kalaupun tidak rugi, setidaknya potensi penghasilan yang lebih besar jadi luput mereka dapatkan.

Namanya manusia, yang diberi akal pikiran untuk bisa berpikir dan bekerja kreatif, maka nelayan-nelayan Jepang ini mulai memikirkan cara agar dapat menjaga kesegaran ikan sampai ke pembeli di daratan. Mulai dari penggaraman, merendam di air asin, hingga menggunakan dedaunan segar untuk membungkus ikan telah mereka coba lakukan. Namun semua hasilnya masih belum sesuai dengan ekspektasi.

Hingga akhirnya mereka menemukan ide yang sedikit gila. Apa itu?

Di lambung kapal, atau yang biasa disebut sebagai palka, mereka sediakan tong-tong besar berisi air. Setiap ikan yang didapat, dalam keadaan hidup, dimasukkan dalam tong penampungan tersebut. Wah, itu mah sudah biasa! Ya, kalau hanya memasukkan ikan ke dalam tong siy emang biasa. Tapi ada hal yang luar biasa. Nelayan-nelayan itu memasukkan juga ikan hiu kecil bersama dengan ikan-ikan hasil tangkapan.

Apa tujuannya?

Ikan-ikan hasil tangkapan yang berada dalam tong penyimpanan itu merasa terancam hidupnya. Terancam oleh keberadaan seekor hiu kecil. Meskipun kecil, tetap saja ia menjadi predator bagi mereka. Karena merasa terancam, dan takut akan dimangsa oleh hiu kecil tersebut, mereka menjadi lebih bergairah untuk lari kesana kemari. Gairah untuk tetap survive. Dan, kegairahan  itu ternyata dapat menjaga mereka tetap hidup di sepanjang perjalanan kapal nelayan hingga merapat ke dermaga.

Ikan-ikannya tetap hidup. Harga jualnya naik. Nelayan lebih sejahtera.
---
Dalam kehidupan  ini kita terkadang juga menerima ancaman-ancaman dari ‘hiu-hiu kecil’. Tapi percayalah, sesungguhnya itulah yang membuat kita tetap bergairah dalam hidup ini. Kesulitan-kesulitan kecil membuat kita tetap terjaga. Tetap awas.

Jika saat ini kita merasa hidup ini datar-datar saja, sesungguhnya itu pertanda kurang baik. Bisa jadi keadaan yang datar-datar ini akan membuat kita tidak ‘segar’, benilai ‘jual’ rendah.

Ingin dihargai lebih? Ciptakanlah hiu-hiu kecil itu. Dan bermainlah dengannya.

Semoga bermanfaat.
*picture is powered by google