Thursday, April 25, 2013

MUSIM KEHIDUPAN

Dahulu kala, di sebuah pedesaan hiduplah seorang bijaksana yg memiliki empat orang putra.
Si orang tua bijaksana ini ingin sekali agar anak-anaknya bisa jadi orang yg bijaksana di dalam kehidupannya. Maka dia mengutus keempat anaknya utk pergi secara bergiliran utk melihat sebuah pohon jambu yg besar, stlh itu masing-masing hrs melapor hasil yg dilihatnya.

Si Anak pertama yang pergi pada musim dingin melaporkan kpd ayahnya, apa yg ia lihat, dia mengatakan, Pohon jambunya, jelek, tdk segar, tdk ada harapan (maksudnya tidak akan bisa berbuah jambu).

Si Anak kedua yg pergi pd musim semi, mengatakan kpd ayahnya, dia melihat pohon itu penuh dgn tunas-tunas kehidupan, sdh mulai hijau-hijau dan memiliki harapan (maksudnya akan berbuah jambu yg lebat).

Si Anak ketiga yg pergi pd musim panas, berkata pd ayahnya, dia melihat pohon jambu itu sdh mulai tumbuh jambunya yg hijau-hijau, daunnya sdh lebat".

Si Anak keempat yg pergi pd musim gugur, mengatakan pd ayahnya, pohon jambu itu sangat indah, buah-buahnya sangat indah dan sangat penuh dgn kehidupan.

Mereka berempat slg mempertahankan persepsi mrk masing-masing, melihat itu, sang ayah mengatakan kpd mereka, "Anak-anakku, semuanya tdk ada yg salah dan tdk ada yg benar, pendapat kalian semuanya benar sesuai dgn apa yg kalian lihat, karena kalian tlh melihat kehidupan pohon jambu tadi dgn musim-musim yg berbeda ...

Keempat anaknya bertanya, "Maksud Ayah".

Ayahnya menjelaskan, "Anak-anakku kalian tdk bisa menilai pohon dari hanya satu musim saja, begitu juga dengan kehidupan ini, Kalian Tidak bisa mengatakan hidup ini begitu menyedihkan, sangat berat, karena pasti di suatu waktu/musim kehidupan berikutnya, kalian juga akan mendapatkan dan merasakan kebahagiaan dan kegembiraan, begitu juga ketika sedang merasakan kebahagiaan dan kegembiraan, jangan terlalu terlena, karena kalian harus siap untuk menerima tantangan di musim lainnya.

(Komisi Jakarta - Joehanes AW)
Mailing List theprofec@yahoogroups.com