Jumat, 02 Maret 2012

Haura Faina*

Alhamdulillah, buah hati kedua kami yang sudah 9 bulan ditunggu-tunggu akhirnya terlahir. Dengan proses persalinan normal dan sedikit ditambah tindakan vacuum, suara tangisan lucu dan menggemaskan itu ikut menyambut datangnya pagi di kota Bandung. Tepat pukul 05.10 WIB, hari Kamis tanggal 23 Februari, bayi perempuan kami ini terlahir. Hawa dingin di kota Bandung saat itu jadi terasa hangat membahagiakan bagi kami sekeluarga.

Proses perjuangan sang umi luar biasa hebat. Dimulai dengan tanda-tanda persalinan akan segera tiba, si umi (sebutan untuk isteri saya) merasakan tarikan hebat di bawah perut disertai dengan rasa panas di pinggang belakang bagian bawah. Tanda-tanda ini memang lazim bagi ibu-ibu yang akan melahirkan. Subhanallah. Mengikuti proses persalinan ini, membuat kita semakin hormat kepada ibu kita. luar biasa pengorbanan dan perjuangannya. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan curahan nikmat dan kasih sayang kepada ibu kita, baik yang masih ada maupun yang sudah mendahului kita menemu sang Khaliq. Demikian juga kepada bapak kita, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan dalam kebaikan selalu.
***
Rabu malam tanggal 22 Februari 2012, sekira pukul 19.00 si umi diantar oleh teh Neng  (kakak si umi, karena tempat tinggal kami memang ada di komplek dan blok yang sama) ke bidan karena sudah mulai merasakan tanda-tanda persalinan. Untungnya tempat bidan ini dekat rumah di komplek tempat kami tinggal. Waktu itu saya masih berada di sekitar kantor, baru saja mau pulang ke rumah. Ternyata di 'pemeriksaan dalam' oleh bidan tersebut, sudah ‘pembukaan dua’ (istilah dalam penyebutan saat melahirkan, ditandai dengan pembukaan 1 sampai pembukaan 10/lengkap di mulut rahim). Tanpa menunggu waktu lagi, si umi dan teh Neng  segera menuju rumah sakit bersalin ‘Harapan Keluarga’ yang disana memang ada dokter Ali Suratman, Sp.OG, dokter langganan kami untuk konsultasi dan check-up selama masa kehamilan. Pada proses persalinan ini, saya dan isteri memang sudah sepakat untuk 'lahiran' di tempat dokter Ali yang berada di sekitar Pasir Luyu kota Bandung tersebut.
***
Alhamdulillahnya, sesaat sebelum si umi berangkat menuju Harapan Keluarga, saya sudah berada di depan rumah kami, baru pulang ngantor. Sebuah taxi blue-bird, yang waktu itu dibawa oleh driver bernama pak Untung sudah siap mengantar si umi dan beberapa anggota keluarga ke RS bersalin yang disebutkan tadi. Saya sebagai suami tentu saja ikut dengan ‘rombongan’ kecil ini.

Setengah jam kemudian, kami tiba di RS Harapan Keluarga. Teh Neng  membantu saya mengurus hal-hal administratif, sementara saya mendampingi si umi menuju kamar pemeriksaan. Tepat pukul 21.30, sudah masuk pada tahap pembukaan 3-4. Hal ini bertahan sampai sejam kemudian.

Tahap pembukaan 7-8 terjadi pada pukul 01.30 dini hari Kamis 23 Februari 2012. Kemudian sampai pada pembukaan lengkap pukul 03.30, 2 jam kemudian. Namun karena posisi kepala janin kami masih agak tinggi di atas rahim, maka si umi disuruh dulu ‘rebahan’ menyamping sambil menunggu ‘mules’.

Kemudian, pada pukul 04.00 pagi itu juga si umi diminta kembali melakukan proses ‘mengedan’nya. Namun karena sudah begadang semalaman, dan energi sudah sangat terkuras, si umi tidak kuat terus mengedan, sampai akhirnya dokter Ali meminta izin kepada saya untuk melakukan tindakan bantuan, berupa proses vacuum. Dengan sedikit pemahaman tentang segala kemungkinan dan resikonya saya mengizinkan, yan penting, si umi dan bayi kami sehat dan selamat. Alhamdulillah puteri cantik kami akhirnya terlahir dengan sehat dan selamat. Demikian juga si umi yang sehat dan baik juga. Semoga selalu demikian. Amiin ya Allah.
---
Ya Allah ya Tuhan kami, mohon beri kami kekuatan untuk bisa menjaga, merawat dan mendidik putera-puteri kami agar bisa menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, menjadi qurrata a’yun waj’alna lil muttaqiina imama.. Amiin Ya Rab ‘alaamiin.

*puteri kami ini kami beri nama dengan nama 'Haura Faina', gabungan dua kata dari bahasa yang berbeda. Haura dari bahasa Arab berarti 'wanita berkulit putih bermata hitam', dan Faina berasal dari bahasa Celtic yang berarti 'yang selalu membawa kegembiraan'.