Jumat, 06 Januari 2012

Analisa SWOT (part 1)


Analisa ini sudah demikian terkenalnya, tidak hanya di kalangan manajemen tingkat atas, namun juga sudah dipahami dan banyak dipraktekkan oleh karyawan biasa untuk mendapatkan gambaran tentang dirinya. Mulai dari perusahaan dan organisasi tingkat dunia, hingga perusahaan-perusahaan lokal dengan jumlah karyawan yang sangat minimpun dapat menggunakan analisa ini dengan mudah. 

Sudah banyak buku dan artikel yang secara khusus melakukan pembahasan terhadapnya. Tulisan kali ini sangat bersifat umum, sederhana, dan tentu sudah terlalu biasa bagi para pembaca yang mengakrabi analisa ini sejak lama.

Saya akan membagi tulisan ini dalam 3 bagian di blog ini dengan judul: Analisa SWOT, Part 1 hingga part 3. Semoga bermanfaat.

Sejarah Singkat:
Asal-usulnya, teknik analisa SWOT ini pertama kali diperkenalkan oleh Albert Humphrey, akademisi yang memimpin proyek penelitian di Universitas Stanford pada tahun 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari banyak perusahaan terkemuka dunia.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi mengapa perencanaan perusahaan bisa gagal. Penelitian yang dihasilkan mengidentifikasi sejumlah area kunci dan alat yang digunakan untuk menjelajahi setiap area penting yang disebut analisa SOFT. Humphrey dan tim penelitian awal menggunakan kaidah berikut "Apa yang baik di masa sekarang ini disebut Satisfactory (memuaskan), yang baik di masa depan adalah Opportunity (peluang); buruk di masa sekarang adalah Fault (kesalahan) dan buruk di masa depan adalah Threat (ancaman)." Inilah yang dikenal dengan analisa SOFT (Satisfactory, Opportunity, Fault, Threat).

Kemudian, pada tahun 1964 Urick dan Orr pada sebuah konferensi mengubah huruf F ke W, sehingga menjadi analisa yang kita kenal sekarang: SWOT.

Definisi:

Analisa SWOT adalah alat perencanaan yang digunakan untuk memahami Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman yang terlibat dalam organisasi, proyek atau bisnis. Hal ini termasuk penentuan tujuan bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dapat mendukung atau yang tidak menguntungkan bagi pencapaian tujuan tersebut. Analisa SWOT sering digunakan sebagai bagian dari proses perencanaan strategis. SWOT sendiri merupakan singkatan dari Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), Threats (Ancaman).
Istilah "ANALISA SWOT" itu sendiri merupakan istilah yang menarik. Banyak yang percaya SWOT adalah bukan sebuah analisa, namun ringkasan dari serangkaian analisa sebelumnya.  Analisa atau lebih tepatnya interpreptasi muncul setelah ringkasan SWOT telah diproduksi.

Strengths (Kekuatan)

Atribut positif yang ada dalam internal organisasi.
Mereka berada dalam kendali organisasi.

Weakness (Kelemahan)

Faktor-faktor yang berada dalam kendali organisasi yang mengurangi kemampuannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Area-area yang memungkinkan diperbaiki oleh organisasi
Opportunities (Peluang)
  • Faktor eksternal yang menarik yang mewakili alasan bagi suatu organisasi untuk tetap eksis dan berkembang.
  • Kesempatan apa yang ada di lingkungan, yang akan mendorong organisasi?
  • Mengidentifikasi mereka dengan "frame waktu"

Threats (Ancaman)
  • Faktor eksternal, di luar kendali organisasi, yang dapat menempatkan misi organisasi atau operasi beresiko.
  • Organisasi dapat mengambil manfaat dengan memiliki rencana darurat untuk mengatasi nya jika ancaman-ancaman itu harus terjadi.
  • Klasifikasikan mereka dengan "keseriusan" dan "kemungkinan terjadinya".
Umumnya matriks dari analisa SWOT terlihat seperti table berikut:

POSITIVE/ HELPFUL
to achieving the goal
 
NEGATIVE/ HARMFUL
to achieving the goal

INTERNAL Origin
facts/ factors of the organization
 
Strengths
Things that are good now, maintain them, build on them and use as leverage
Weaknesses
Things that are bad now, remedy, change or stop them.

EXTERNAL Origin
facts/ factors of the environment in which the organization operates
 
Opportunities
Things that are good for the future, prioritize them, capture them, build on them and optimize
Threats
Things that are bad for the future, put in plans to manage them or counter them