Thursday, April 9, 2009

5 Menit untuk 5 Tahun



Bismillahirrahmanirrahiim. Sungguh pas ungkapan diatas yang dinyanyikan oleh kelompok band Coklat, untuk mewakili apa yang bangsa Indonesia gelar hari ini, 9 April 2009. Pemilihan calon anggota legislatif yang serentak dilakukan di seluruh pelosok Indonesia, bahkan juga yang sedang berada di luar negeri. Ya, hanya lebih kurang 5 menit saja kita sebagai WNI yang sudah memiliki hak pilih dan dinyatakan secara sah berhak, yang ditandai terdaftarnya kita di DPT, melakukan pen-contrengan logo partai atau nomor urut calon legislatif, ataupun kedua-duanya. 5 menit yang sangat menentukan, karena hasil pilihan kita hari ini, akan berimplikasi pada produk perundangan yang akan diterapkan dalam 5 tahun kedepan. Dan pastinya kita sebagai warga negara Indonesia akan terpengaruh langsung dari produk legislasi yang dibuat itu. Sehingga, terlepas dari sikap politik dari saudara-saudara kita yang memilih tidak memberikan suaranya alias golput, pemilu legislatif ini sangat terlalu naif jika tidak disikapi secara serius.

Kenapa harus serius? Bagaimana pun, era demokratisasi semakin hari semakin tampak membaik di negeri ini- setidaknya dalam pendangan pribadi saya. Meskipun satu dua masalah masih muncul. Namun secara keseluruhan sistem-sistem demokrasi sudah mulai tampak dipancangkan oleh berbagai pihak terkait. Misalnya saja keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai suara terbanyak dari caleg yang terpilih, dan bukan berdasarkan nomor urut calon seperti yang telah berlangsung selama puluhan tahun dalam proses pemilu di Indonesia. 

Kontan saja, seluruh calon yang tadinya sudah mendapatkan nomor urut jauh -sering disebut sebagai nomor sepatu saking jauhnya- menjadi lebih bergairah lagi dalam proses kampanyenya. Mereka yang bernomor urut jauh ini menjadi lebih merasa yakin akan tingginya tingkat elektibilitas mereka. Di sisi lain, ini tentu saja menjadi sedikit masalah bagi para petinggi partai yang umunya sudah mengantongi nomor urut kecil. Jika pada pemilu-pemilu sebelumnya kesempatan terbuka lebar pada calon-calon nomor urut kecil untuk melangkah ke gedung wakil rakyat, maka tahun ini hak keterpilihan setiap calon menjadi SAMA, tidak peduli dedengkot partai ataupun anggota baru. Inilah kenapa pemilu kali ini perlu disikapi lebih serius dari pemilu-pemilu sebelumnya, karena secara instrumennya pun sudah terlihat lebih serius.

Kembali ke topik tulisan ini; 5 menit untuk 5 tahun. Kita harapkan pilihan yang merupakan amanat yang telah diberikan ini bisa dipegang dan diperlakukan sebaik-baiknya oleh para wakil rakyat yang terhormat itu. Bagi kita sebagai pemilih, untuk meminimalkan tingkat penyelewangan amanat oleh wakli rakyat nanti, tentu perlu sangat hati-hati dalam menentukan pilihan saat ini. Janganlah kita terus tertipu oleh rayuan gombal para politisi busuk. Sudah cukup sampai saat ini mereka membohongi dan membodohi rakyat.

Hari ini lah, bersama-sama kita mengakhiri sepakterjang wakil rakyat yang tidak berpihak pada rakyat. Dan sekaligus juga, hari ini secara bersama-sama pula kita memulai era baru demokrasi dengan memberikan suara hanya untuk calon yang kita anggap bersih- insyaAllah. Mari kita lakukan pentas 5 menit yang penting ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada negeri ini, dan terutama lagi bentuk kecintaan kita pada kebaikan dan kemaslahatan umat. Amin